BARUNADEWA MASARIRAM SARWA JAGAT SUDDHATMAKAM OM, BARUNA DIPATA YA NAMAH Terjemahan : Om Hyang Widhi, ya Maharaja dari para naga yang hebat, Raja Gajah mian Agung berwujud selaku Dewa Baruna, pencuci jiwa segala makhluk dalam alam ini Ya Hyang Baruna, hamba menyembah - Mu Semoga Bermanfaat
Antasenaadalah juga raja di raja segala makhluk dan ikan-ikan di laut, sebagai cucu Hyang Mintuna Dewa Penguasa Lautan dan ia juga cucu angkat Hyang Baruna. Tak heran kalau semua makhluk laut tunduk dan patuh terhadap setiap perintah Ontoseno. *** Akan tetapi menurut kalkulasi politik para dewa,
Sang Hyang Baruna adalah Dewa Samudera yang sabar dan berwawasan sangat luas, seluas samudera - Sang Hyang Brama adalh dewa Api yang dapat memberikan pelita dalam kegelapan, mampu membasmi musuh dan segala kejahatan. Tembang - Walang Kekek - Nde Ande Lumut - Yen Ing Tawang Ono Lintang
8Hyang Baruna=Dewa Yang berada dilaut 9 Melasthi adalah upacara ketika seorang pemangku mengambil air laut dan air itu digunakan sebagai sarana penganteb kehadapan Sang Hyang Siwa Baruna, kemudian dipercikkan di pretima-pretima(benda-benda yang sakral berupa koin-koin patung dewa, dan sebagainya). 10
Dalampeta Pulau Bali, lokasi Segara Rupek ini tepat berada di ujung hidung Pulau Bali. Ini termasuk wilayah Kabupaten Buleleng. Dari sinilah sesungguhnya jarak dekat antara Bali dengan Jawa dan di sinilah secara historis menurut sumber-sumber susastra-babad, kisah pemisahan Bali dengan Jawa dimulai, sehingga Bali menjadi satu pulau yang utuh
PembangunanDermaga Cruise Benoa sudah seharusnya mengedepankan arsitektur dan sarat akan filosofi Bali. "Sesuai yang dipaparkan tadi, rancangan pembangunan Dermaga Benoa memang sudah sepatutnya mengedepankan bangunan berkarakter Bali, jaga keartistikannya agar menggambarkan seni budaya Bali.
Baruna(Dewa Laut) Laku Hambeging Hyang Baruna seperti samudera bisa menampung apa saja yang jelek ataupun baik. Ia sabar dan berwawasan sangat luas, seluas samudera. Laut, betapapun luasnya, senantiasa mempunyai permukaan yang rata dan bersifat sejuk menyegarkan. Seorang pemimpin hendaknya menempatkan semua rakyatnya pada derajat dan
Dewamengijinkan pernikahan itu dengan syarat mereka tidak boleh punya anak. Oleh karena itu, para dewa menganggap kelahiran wisanggeni sebagai menyalahi kodrat. Sebagai pengatur kehidupan dewa dapat melakukan apa saja, akan tetapi - Dewa Brahma misalnya - tidak dapat membunuh bayi kecil hasil perkawinan Arjuna dan Dresanala tersebut, cucunya.
Mendiang sebut Jro Rasmi, kemudian memohon kepada Hyang Baruna sebagai Dewa Penguasa Laut. Mendiang hanya meminta agar air laut berhenti meluap dan menggenangi daratan."Pinunasnya (permohonannya) kalau air laut tidak naik lagi, maka Bhatara Baruna akan dibuatkan palinggih seperti yang terlihat sekarang ini," jelasnya kepada Bali Express
SangHyang Baruna minangka Déwa Samudra, bisa nampung apa waé sing èlèk utawa apik, sabar lan duwé wawasan sing jembar. Sang Hyang Brama minangka Déwa Geni, bisa ngobong, nggosongaké lan musnahaké apa waé, mènèhi pepadhang sajeroning pepeteng. Sipat Pemimpin Jawa liyané
1 Asal Usul Upacara Ngaro Banjar Medura Intaran Sanur. Istilah Ngaro secara etimologi kata "Karo" yang artinya bulan kedua berdasarkan kalender Bali.
Padautamaniya ingkana Dang Hyang Sidhimantra. Silih ganti genahniya mayoga saulan pang tri magingsir mayoga. Ngastawa Hyang Siwa Baruna Geni, mangda Jawa Pulina muang Pulau Banten Bali Pulina memanggih ayu. Pulau Banten Bali Pulina ayu suci Prahyangan Dewa, Goret Ceking Getting tanah Siti Selat Bali Jawa, deing tekentha ping tri, ocak
SangHyang Ambu merupakan sebuah destinasi wisata baru berada di desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, Bali kini mulai lebih dikenal di kalangan masyarakat Bali setelah diadakan proyek penataan secara besar besaran. Pembangunan Gapura Sang Hyang Ambu diprakarsai oleh I Nyoman Purwa Ngurah Arsana, ST yang merupakan anggota DPRD Provinsi Bali periode 2019-2024, partai PDIP yang juga menjabat
SangHyang Dewa Bayu atau Bethara Bayu, disebut pula Hyang Pawaka 'angin'. Dewa Bayu melambangkan kekuatan. Ia putra keempat Sanghyang Manikmaya, Raja Tribuana dengan Permaisuri Dewi Umayi. Bathara Bayu mempunyai lima orang saudara kandung masing-masing bernama: Batara Sambo, Batara Brahma, Batara Indra, Batara Wisnu, dan Batara Kala.Ia
Perangtandingpun tak terelakkan , Hyang Baruna mengeluarkan segala kesaktiannya dan pusakanya, mamun Hyang Baruna tidak mampu membinasakan raksasa itu. Raksasa itu kini berada di daratan, dengan ganasnya memangsa semua makhluk hidup disekitarnya. Namun tiada satupun para Dewa yang mampu menghadangnya.
o1dDE. 0% found this document useful 0 votes22 views16 pagesOriginal Titledewa varuna oleh kadek andreCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes22 views16 pagesDewa Varuna Oleh Kadek AndreOriginal Titledewa varuna oleh kadek andreJump to Page You are on page 1of 16 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 14 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
April 13, 2021 Sang Hyang Bathara Baruna atau dewa baruna sering disebut pula dengan nama Bathara Waruna. Ia masih keturunan Sanghyang Wenang dari keturunan Sanghyang Nioya. Bathara Baruna berwujud Dewa berwajah ikan dan seluruh badannya bersisik ikan. Karena itu Bathara Baruna dapat hidup di darat dan di air, mempunyai cupu berisi air kehidupan Mayausadi. Bathara Baruna bertempat tinggal di kahyangan Dasar BarunaIa bertugas menjaga kesejahteraan makhluk di dalam samodra. Pada jaman Maespati, Bathara Baruna pernah mengalami kesulitan, air narmada tidak mengalir karena terhalang oleh tubung Prabu Arjunasasra yang tidur bertiwikrama menjadi brahalasewu membendung muara Narmada, sehingga mengahalangi aliran sungai dan menimbulkan banyak Juga- Bathara Wisnu- Bathara AntabogaBathara Baruna dapat menyelesaikan persoalan itu dengan memberikan Cupu Banyu Panguripan air kehidupan kepada Prabu Arjunasasra. Air Kehidupan itu dipergunakan Prabu Arjunansasra untuk menghidupkan kembali Dewi Citrawati dan para putri Maespati yang mati bunuh diri karena hasutan/tipu daya ditya Sukasarana, anak buah Prabu Baruna juga banyak berjasa membantu Ramawijaya, dengan mengerahkan ikan-ikan besar membendung samodra hingga pembuatan tambak untuk jembatan menyeberangkan jutaan laskar kera Gowa Kiskenda ke negara Alengka dapat Baruna juga mempunyai nama lain yaituJalapati penguasa air Pracheta yang bijaksana Yadapati Raja binatang laut Ambhuraja Raja awan Pasi yang membawa jaringBathara Baruna mempunyai putri bernama Dewi Urangayu yang di nikahi oleh werkudara, dari pernikahan ini lahirlah seorang ksatria sakti mandraguna, ksatria tanpa tanding Yaitu Antasena.
LAUT bagi umat Hindu merupakan kawasan suci, sekaligus tempat berstananya Dewa Baruna atau Bhatara Segara. Hampir di setiap prosesi upacara keagamaan, umat Hindu menjadikan laut sebagai pembersihan dan pemujaan kepada Sang Hyang Baruna. MINGGU 1/2/2015, ratusan umat Hindu mengikuti prosesi ritual Segara Kertih yang dilakukan di atas laut. Upacara ini sebagai satu bentuk wujud syukur dan persembahan kepada penguasa laut yakni Sang Hyang Baruna. Sebagai wujud syukur, upacara yang pertama kali digelar oleh Puri Agung Kesiman dan Quick Silver ini dilakukan di atas laut Nusa Penida, Klungkung. Sebelumnya sejak pagi ratusan umat Hindu berkumpul di Pelabuhan Benoa mengikuti prosesi Segara Kertih. Prosesi diawali dengan mengarungi lautan menuju laut Nusa Penida menggunakan kapal mewah atau cruise, yang di kedua sisi kapal tersebut dipasang dua naga yakni naga Basuki dan Anantaboga yang panjangnya 35 meter, diameter 60 cm, dan besar kepala 1 meter. Sekitar 45 menit mengarungi lautan, prosesi upacara pun berlanjut dengan menggelar sejumlah sesaji di atas bagan tengah laut Nusa Penida yang dipimpin Ida Pedanda Gede Putra Bajing dari Griya Bajing, Banjar Lebah, Denpasar. Prosesi pun berjalan diiringi tetabuhan gamelan Singa Praga dan gamelan Gong Suling Gita Semara. Dalam upacara Segara Kertih digelar prosesi mawintenan, mulang pakelem hewan ternak seperti kambing, bebek, ayam, dan angsa, selain itu acara juga dirangkai dengan pemelaspasan kapal baru Quick Silver. "Upacara ini baru pertama kali digelar di atas laut oleh Puri Agung Kesiman dan Quick Silver. Upacara ini sebagai bentuk rasa syukur, penghormatan sekaligus persembahan kami, umat Hindu kepada laut dalam hal ini Dewa Baruna. Laut beserta isinya merupakan anugerah bagi umat Hindu," ucap panitia upacara Kadek Wahyudita. Pria yang juga Kelian Penggak Men Mersi, Kesiman, ini menyatakan, sebagai umat Hindu sudah sepatutnya bersyukur dengan limpahan kekayaan yang tersedia dan tentunya menjaga kelestarian laut beserta isinya karena laut adalah kawasan suci. "Laut adalah kehidupan bagi umat manusia dan harus terus dijaga, bukan untuk dirusak atau dieksploitasi. Boleh mengambil tapi ingat untuk memberi dan menjaganya, karena kita tahu sekarang ini di Bali khususnya kesucian laut kian tercemar oleh tangan orang yang tidak bertanggung jawab," jelasnya. Selain upacara Segara Kertih digelar pula upacara pemlaspasan kapal Quick Silver terbaru. Kapal dengan panjang kisaran 40 meter, lebar 17 meter ini akan melayani rute Pelabuhan Benoa menuju Nusa Penida. Dalam upacara Segara Kertih, selain dihadiri ratusan umat Hindu hadir pula Pangdam IX Udayana Mayor Jenderal TNI Torry Djohar Banguntoro, Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama. Usai prosesi Segara Kertih, upacara kembali dilanjutkan dengan menggelar pertunjukan tari-tarian di Tanjung Benoa, Badung. Gelaran pentas seni yang bertajuk Segara Lange tersebut menampilkan puluhan seniman tari dan tabuh. "Malamnya kita lanjutkan dengan acara pengilen pertunjukan seni dengan tema Segara Lange, yang diartikan menyuguhkan tari-tarian pemujuaan terhadap Sang Hyang Baruna atas keindahan laut yang diberikannya. Kita tampilkan 75 penari dan sekaa gamelan," tandasnya. *
hyang baruna dewa baruna